Kontak
Kontak LPPM Universitas Narotama: Gedung C 207 Universitas Narotama Jl. Arief Rachman Hakim 51, Surabaya. Website: http://lppm.narotama.ac.id Email:
Sri.Wiwoho@narotama.ac.id
Search
Categories
Resource Learning
Sistem Informasi

BAB 21
IPTEK BAGI KEWIRAUSAHAAN
21.1 Pendahuluan
Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) melaksanakan suatu program dengan misi menghasilkan wirausaha-wirausaha baru dari kampus, melalui program terintegrasi dengan kreasi metode yang diserahkan sepenuhnya kepada perguruan tinggi melalui Program Iptek bagi Kewirausahaan (IbK). Setiap perguruan tinggi berhak mengelola lebih dari satu program IbK dengan melibatkan sejumlah dosen yang berpengalaman berwirausaha dari berbagai disiplin ilmu. IbK melaksanakan pembinaan kepada tenant melalui pelatihan manajemen usaha dan sejumlah kegiatan kreatif lainnya untuk menghasilkan wirausaha baru yang mandiri berbasis iptek. Tenant harus meningkatkan keterampilan dalam menghasilkan produk di program studi masing-masing. Pengelola Program IbK juga disarankan berkolaborasi dengan lembaga-lembaga yang terkait dengan pengembangan kewirausahaan, baik di dalam maupun di luar kampus, termasuk program Iptek bagi Kreativitas dan Inovasi Kampus (IbKIK) di perguruan tinggi masing-masing.
Misi program IbK adalah memandu perguruan tinggi menyelenggarakan unit layanan kewirausahaan yang profesional, mandiri dan berkelanjutan, berwawasan knowledge based economy. Program IbK harus mandiri dan operasionalnya berkelanjutan, sehingga IbK diberi peluang untuk mampu menjadi unit profit.
Dalam upaya menciptakan wirausaha baru mandiri yang berbasis iptek diharapkan sesuai dengan bidang ilmu pengusul. Program IbK dapat dilaksanakan dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, menempatkan mahasiswa untuk melaksanakan magang pada perusahaan yang mapan/unit-unit usaha/IbKIK di perguruan tinggi tersebut dan memfasilitasi mahasiswa dalam berwirausaha. Pelatihan dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kewirausahaan, mendorong tumbuhnya motivasi berwirausaha, meningkatkan pemahaman manajemen (organisasi, produksi, keuangan, dan pemasaran) serta membuat rencana bisnis atau studi kelayakan usaha. Kegiatan magang pada perusahaan/unit-unit usaha/IbKIK dilaksanakan untuk memberikan pengalaman praktis kewirausahaan kepada mahasiswa dengan cara ikut bekerja sehari-hari pada unit usaha tersebut. Mahasiswa yang telah mulai berwirausaha, mahasiswa Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lainnya, Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), mahasiswa yang berminat dan sedang merintis usaha, dan alumni yang berminat atau baru merintis usaha bisa menyempurnakan kegiatan kewirausahaan yang telah dilakukan sebelumnya, untuk meningkatkan usahanya. Pengelola Program IbK perguruan tinggi disarankan untuk menggali jenis komoditas bisnis para tenant sesuai dengan bakat dan tidak hanya sekedar terpaku pada minatnya.
Unit layanan program IbK setiap tahun wajib membina 20 orang calon wirausaha yang seluruhnya adalah mahasiswa PKMK/PKM lainnya, mahasiswa yang merintis usaha baru dan alumni. Program IbK diharapkan juga bersinergi dengan bidang kemahasiswaan perguruan tinggi untuk merekrut mahasiswa yang mendapatkan PKMK atau PKM lainnya, mahasiswa dan alumni yang sedang merintis usaha sebagai tenant.

http://www.ibk-narotama.com/

http://simlitabmas.dikti.go.id/unduh_berkas/Panduan%20Pelaksanaan%20Penelitian%20dan%20PPM%20EDISI%20X%202016.pdf

panduan-pelaksanaan-penelitian-dan-ppm-edisi-x-2016-ibk

BAB 20 IPTEK BAGI MASYARAKAT (hal 325)
20.1 Pendahuluan
Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti mencoba menerapkan paradigma baru dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat problem solving, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran yang tidak tunggal. Hal-hal inilah yang menjadi alasan dikembangkannya program Iptek bagi Masyarakat (IbM).
Khalayak sasaran program IbM adalah: 1) masyarakat yang produktif secara ekonomi (usaha mikro); 2) masyarakat yang belum produktif secara ekonomis, tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan; dan 3) masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi (masyarakat umum/biasa). Jika bermitra dengan masyarakat produktif secara ekonomi, diperlukan dua pengusaha mikro dengan komoditas sejenis atau yang saling menunjang satu sama lain (misalnya pemasok bahan baku dan produsen yang memanfaatkan bahan baku tersebut menjadi produk), namun kedua mitra tersebut harus mendapatkan sentuhan kegiatan iptek sesuai kebutuhannya. Mitra kelompok perajin, nelayan, petani, peternak, yang setiap anggotanya memiliki karakter produktif secara ekonomis, jumlah yang diperlukan dalam program IbM cukup dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang. Jumlah mitra ini ditetapkan dengan mempertimbangkan efisiensi dan intensitas pelaksanaan program.
Jika mitra program adalah masyarakat yang belum produktif namun berhasrat kuat menjadi wirausahawan, maka diperlukan adanya dua kelompok mitra yang masing-masingnya minimal terdiri atas tiga orang per kelompok. Komoditas mitra diupayakan sejenis atau satu sama lainnya saling menunjang dengan mempertimbangkan bahan baku, spirit wirausaha, sarana, SDM, pasar dan lain-lain yang relevan.
Untuk masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi seperti sekolah (jumlah mitranya minimum dua sekolah), kelompok karang taruna, kelompok ibu-ibu rumah tangga, kelompok anak-anak jalanan, diperlukan minimum tiga kader maksimum per kelompok. Dalam beberapa kasus mungkin diperlukan mitra dalam wujud dua RT, dua dusun atau dua desa, dua Puskesmas/Posyandu, dua Polsek, dua Kantor Camat, kantor Desa atau Kelurahan dan lain sebagainya.
Jenis permasalahan yang wajib ditangani dalam program IbM, khususnya masyarakat produktif secara ekonomi atau calon wirausaha baru meliputi segi produksi dan manajemen usaha. Untuk kegiatan yang tidak bermuara pada segi ekonomi, wajib mengungkapkan rinci permasalahan dalam segi utama yang diprioritaskan untuk diselesaikan, dan tetap melaksanakan minimal dua bidang kegiatan.

panduan-pelaksanaan-penelitian-dan-ppm-edisi-x-2016-ibm

27 Penelitian Dosen dan 3 Pengabdian Dosen
071008 Universitas Narotama 0721086101 HERMIN TRIDAYANTI Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu
Internal Berdasarkan ISO 9001:2008 Based on
IWA 2:2007 Dengan Aplikasi Document
Management Control (DMC) Berbasis Web.
Penelitian Kerjasama
Antar Perguruan
Tinggi

071008 Universitas Narotama 0719086102 AGUS DWI SASONO PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
AKUNTANSI DENGAN PENDEKATAN
WATERFALL GUNA STANDARISASI LAPORAN
KEUANGAN UMKM (SIA-UMKM) SESUAI
STANDARD AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS
TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK-ETAP)
MP3EI Lanjutan

071008 Universitas Narotama
0724066602 SRI WIWOHO MUDJANARKO IPTEKS BAGI KEWIRAUSAHAAN (IbK) DI UNIVERSITAS NAROTAMA MEMBUAT WIRAUSAHA
BARU MANDIRI BERBASIS IPTEKS
IbK BARU

0724087104 AGUS SUKOCO
PUSAT PENDIDIKAN BISNIS DAN JASA KONSULTASI PERPAJAKAN IbIKK LANJUTAN
0729118601 HERSA FARIDA QORIANI
IbM Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Sidoarjo IbM BARU

IbK BARU
0724087104 AGUS SUKOCO PUSAT PENDIDIKAN BISNIS DAN JASA KONSULTASI PERPAJAKAN IbIKK LANJUTAN
0729118601 HERSA FARIDA QORIANI IbM Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Sidoarjo IbM BARU

pengumum-penerima-penugasan-penelitian-2016a-batch-2-helmy-fredy

surat-pengumuman-pemenang-penelitian-dan-pengabdian-kepada-masyarakat-tahun-2016-hermin-agus-dwi
surat-pengumuman-pemenang-penelitian-dan-pengabdian-kepada-masyarakat-tahun-2016-3-files-merged