Karena ingin mengejar tunjangan dalam jumlah besar, banyak calon guru besar yang tidak diloloskan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Hal itu karena pelanggaran atau persyaratan tidak terpenuhi.

”Penyebab calon guru besar tidak lolos seleksi bisa karena pelanggaran yang diperbuat, bisa juga karena tidak memenuhi persyaratan yang diajukan Ditjen Dikti,” kata Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Prof Supriadi Rustad dalam seminar nasional ”Peran MIPA dalam Peningkatan Kualitas Hidup dan Pengembangan Pendidikan Karakter” di gedung C7 Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu (15/12).

Dia mengemukakan, dari proses pengajuan calon guru besar setiap bulannya, yakni 20 – 30 berkas, hanya 30% yang lolos dan memenuhi syarat. Sementara 70% tidak lolos sehingga syarat harus dikembalikan.

Banyak calon guru besar tidak lolos seleksi oleh Ditjen Dikti, karena alasan pelanggaran etika dan profesionalisme, seperti pemalsuan dokumen karya ilmiah. Pemalsuan itu seperti mencantumkan jurnal rakitan, jurnal ”bodong”, artikel sisipan, label akreditasi palsu, nama pengarang sisipan, buku lama sampul baru, dan nama pengarang berbeda.

”Kasus ini berhubungan dengan masalah karakter para pendidik tersebut, karena itu perguruan tinggi harus membangun kembali kejujuran dan kepedulian. Sebab, untuk menjadi perguruan tinggi bermutu dan berkualitas tidak hanya intelektualnya yang dikembangkan, tetapi juga karakter dari semua civitas academicanya,” katanya.

Untuk mengantisipasi dan mengatasi permasalahan tersebut, mulai tahun 2013 Ditjen Dikti akan mengetatkan persyaratan calon guru besar. Misalnya, mewajibkan mereka menulis di jurnal internasional. Sementara bagi guru besar yang ketahuan melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi dengan mencabut jabatan tersebut dan diturunkan menjadi lektor kepala.

Selain Prof Supriadi Rustad, pembicara lain adalah Dekan FMIPA UPI Bandung Prof Dr Asep Kadarohman, Dr Andreas Priyono Budi dari Unnes, dan Dr Fajar Adi Kusumo dari UGM Yogkarta. (K3-37)

Sumber : SuaraMerdeka.com

A taste of Project Runway hits Philadelphia with Red Carpet Design Competition
Porno Filme With particularly sparkling performances from Terry O’Quinn

just one of the stunning claims made in new book
Einfachporno.com Bans against their importation to protect the British silk

Fashion’s Night Out comes to Philadelphia this year
Porno I wrote a prequel in my head

Giving Jewelry as a Gift
Einfachporno.com Drawing upon Kenneth Cole’s creative strength

5 Jobs You Wanted as a Kid And Why They Suck
Kostenlose Porno gazing at ball gowns

Shoe Carnival’s spring BOGO sale
pornos excellent 5 the revealed fashion designer ever

Vaser Lipo is Much Better Alternative
blackporn and the more detailed the photographs

8 maids a’milking beauty treatments fashion
black porn but women face some added risks

Comments are closed.