CARA PEMBUATAN TONG SAMPAH KOMPOSTER
Kontak
Kontak LPPM Universitas Narotama: Gedung C 207 Universitas Narotama Jl. Arief Rachman Hakim 51, Surabaya. Website: http://lppm.narotama.ac.id Email:
Sri.Wiwoho@narotama.ac.id
Search
Categories
Visitor Counter
014496
Visit Today : 36
Visit Yesterday : 32
This Month : 883
This Year : 4047
Total Visit : 14496
Hits Today : 58
Total Hits : 38103
Who's Online : 1
Your IP Address: 54.198.202.148
plugins by Bali Web Design
Resource Learning
Sistem Informasi

BAB I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Tanaman adalah salah satu unsur terpenting untuk menunjang kehidupan manusia, tanpa tanaman sulit rasanya kita sebagai manusia bertahan untuk hidup lebih lama di permukaan bumi ini. Alasannya sederhana tanpa tumbuhan sama artinya tak ada oksigen, dan itu berarti manusia tidak bisa melakukan proses respirasi (pernafasan). Sebenarnya bukan hanya manusia, hewan pun demikian halnya sangat membutuhkan tumbuhan untuk proses respirasi dan sumber makanan untuk mempertahankan kehidupannya.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh manusia saat ini untuk terus mempertahankan keberadaan tumbuhan, sebagai penunjang kehidupan, adalah menanam tumbuhan. Dengan upaya tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata untuk menyelamatkan tumbuhan.

Saat ini untuk memberikan kualitas yang baik terhadap tumbuhan, manusia senantiasa membuat formula-formula baru guna perbaikan kualitas dari hari ke hari. Salah satu formula yang di temukan adalah pembuatan komposter. Sebanarnya komposter ini bukanlah sesuatu yang baru karena nenek moyang kita dahulu telah menggunakannya, bedanya mereka hanya menggunakannya secara sederhana.

Dikesampatan ini penulis akan menjelaskan proses pembuatan komposter yang diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang besar terhadap praktisi agrokultur dalam mengembangkan proses pertumbuhan tanaman yang lebih baik.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Jenis Sampah

Sdit insan utama (2011) Berdasarkan asalnya, sampah dapat digolongkan menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik.

  1. A. Sampah Organik

Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.

Sampah organik dibagi dua yaitu :

  1. Sampah Organik Hijau (sisa sayur mayur dari dapur)
    Contohnya : tangkai/daun singkong, papaya, kangkung, bayam, kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulit buah-buahan, nanas, pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, sisa sayur / lauk pauk, dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kering/basah) .
  2. Sampah Organik Hewan yang dimakan seperti ikan, udang, ayam, daging, telur dan sejenisnya.

Sampah organik hijau dipisahkan dari sampah organik hewan agar kedua bahan ini bisa diproses tersendiri untuk dijadikan kompos.

B.  Sampah Anorganik

Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, kertas, karton, kardus, styrofoam, kaleng dan lain-lain.

Sedangkan sampah anorganik berupa plastik dikurangi pemakaiannya, memakai ulang barang-barang yang diperlukan, didaur ulang, yang masih bersih dikumpulkan dan diberikan kepada pemulung.

Sampah anorganik yang dapat didaur ulang misalnya :

- kemasan-kemasan plastik untuk dijadikan tas, dompet, kantong HP dll.

- Botol plastik bekas dapat dibuat menjadi tutup gelas.

- Gelas plastik bekas dapat dibuat pot-pot tanaman.

- Styrofoam dapat digunakan sebagai campuran batako.

Sampah yang bersih dapat dijual/diberikan pada pemulung. Misalnya karton, kardus, besek, botol, plastik-plastik kemasan makanan, kantong-kantong plastik, koran, majalah, kertas-kertas, dan sebagainya. Jenis-jenis yang bersih ini pisahkan dalam satu kantong, langsung saja diberikan pada pemulung tanpa dibuang ke bak sampah terlebih dahulu, atau bisa dijual sendiri.

Sampah yang benar-benar kotor dan kita tidak bisa mendaur ulang, tidak layak diberikan pada pemulung. Inilah yang dibuang dalam bak sampah. Dengan demikian kita dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibuang di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

2.2 Jenis Sampah Yang Baik Digunakan Untuk Kompos

Berdasarkan penjelasan di atas kita dapat melihat bahwa yang dapat dibuat kompos adalah sampah organik. Sampah organik ini misalnya:

  1. Sampah Organik Hijau (sisa sayur mayur dari dapur)
    Contohnya : tangkai/daun singkong, papaya, kangkung, bayam, kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulit buah-buahan, nanas, pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, sisa sayur / lauk pauk, dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kering/basah) .
  2. Sampah Organik Hewan yang dimakan seperti ikan, udang, ayam, daging, telur dan sejenisnya.

2.3 Tong Sampah Komposter

  1. Pembuatan Tong Sampah Komposter
  2. Dari bahan Plastik

Alat dan bahan

  • Tong plastik bekas ukuran 20 liter, 1 buah
  • Pipa paralon ukuran panjang 13 cm, diameter 1 inch, 2 buah
  • Pipa paralon ukuran panjang 10 cm, diameter 1 inch, 1 buah
  • Pipa paralon ukuran panjang 9 cm berdiameter 1 inch, 1 buah
  • Sambungan pipa berbentuk T, 2 buah
  • Sambungan pipa berbentuk L, 1 buah
  • Kran plastik, 1 buah
  • Alat bor
  • Meteran
  • Kasa plastic

Cara membuat komposter

  • Buat dua lubang udara di sisi kanan dan kiri tong sampah dengan menggunakan bor. Diameter lubang harus sama dengan diameter pipa paralon.
  • Buat catu lubang lagi di sisi lain tong, posisi lubang ketiga ini harus lebih rendah dari pada lubang sebelumnya atau sekitar 10 cm dari dasar tong.
  • Setelah itu buat lubang-lubang kecil di badan pipa paralon 13 cm dan pipa pralon 10 cm lalu bungkus badan pipa yang berlubang tersebut dengan kasa plastik hingga tertutup rapi.
  • Selanjutnya instalasi udara untuk komposter dapat dirangkai dimulai dari memasang kedua pipa paralon 13 cm, masing-masing pada lubang kanan dan kiri. Kedua pipa dimasukkan dari arah dalam ke luar, pipa didorong dari dalam hingga keluar 3 cm dari lubang dan sisanya sekitar 10 cm berada di dalam tong.
  • Kedua ujung pipa yang mencuat keluar 3 cm tersebut kemudian ditutup dengan kasa plastik. Potong kasa plastik berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 1 cm lebih panjang dari diameter pipa. Beri lem PVC di sekitar ujung pipa lalu tempelkan kasa atur hingga tertutup rapi.
  • Selanjutnya kedua pipa 13 cm tadi disambung dengan sambungan pipa berbentuk T.
  • Dari kaki sambungan T tersebut dirangkaikan dengan pipa paralon 10 cm.
  • Kemudian pasang sambungan pipa L pada bagian ujung bawah pipa paralon 10 cm. Sambungan pipa L dipasang dengan arah kakinya mangarah ke lubang yang akan di pasangi kran (lubang ketiga).
  • Pasang kran plastik pada lubang ketiga tersebut.
  • Terakhir masukkan pipa paralon 9 cm untuk menyambung antara lubang kran plastik dengan pipa L.

Prinsip Kerja

  • Mengolah sampah dapur (45% s/d 53%) dari sampah rumah tangga.
  • Mengalami proses pembusukan dengan bantuan mikroorganisme dari sampah dan yang berada di dalam tanah.
  • Kapasitas : 60 – 100 Lt (200 kg sampah) dan dapat dioperasikan untuk penampungan sampah antara 7 – 12 bulan per KK (5 – 6) org.
  • Lama proses pengomposan (4 – 6) bulan setelah terisi penuh.
  • Menghasilkan kompos (30% – c/n = 16 – 20, N=1, 79, Ca = 23, 27).

Gambar Tong Sampah Komposter:

Bahan lain yang bisa digunakan untuk membuat tong sampah komposter dan cara kerjanya:

  1. a. Gentong

Kalau mau pakai gentong, cari gentong yang ukuran paling tidak 1/2 meter kubik dengan dinding gentong agak tebal, agar tidak mudah pecah bila tersenggol orang. Jangan lupa, cari tutup gentong yang pas dan rapat, bisa memakai cowet tanah (yang untuk membuat sambel) yang ukurannya pas mulut gentong. Kalau gentong diberi lubang-lubang kecil di pantatnya, risikonya ada air lindi yang menetes keluar, nanti bisa menjijikkan. Ada dua solusi. Pertama tidak perlu dilubangi, tetapi pada awal sebelum bahan kompos pertama masuk, maka gentong perlu di isi tanah dulu, sekitar 1/5 isi gentong, seperti dijelaskan di atas. Kedua, bila gentong ingin dilubangi di bagian pantatnya, maka sebaiknya pantat gentong di tanam dalam tanah, hanya pantatnya saja, supaya air lindi yang keluar mengalir keluar berproses langsung dengan tanah. Bisa saja proses kompos ini menjadi ‘becek’, tergantung dari bahan yang masuk banyak kandungan cairan atau tidak. Tidak apa-apa. Solusinya bisa dicampurkan dedak beras yang halus (bukan sekam), diaduk saja sampai tidak becek.

Kalau gentong tertutup baik dan tidak retak, maka bau tidak akan keluar. Bau akan keluar saat tutup dibuka. Bisa terjadi dinding luar gentong menjadi lembab, tetapi tetap tidak akan bau. Wadah diletakkan di mana saja, taruh dihalaman atau di pojok luar rumah. Gentong bisa dicat warna-warni, ditulisi apa saja, bisa sebagai bagian hiasan di luar rumah. Tetangga sama sekali tidak akan terganggu. wadah Boleh saja kena hujan, atau kena matahari langsung, tetapi sebaiknya di bawah pohon agar teduh.

  1. Tong
    Pertama: Pipa PVC diameter 1,5 inchi, ukuran 1 meter, dibagi 4 @ 25 cm. Pipa ini fungsinya sebagai “pernafasan” melalui tanah, karena proses kompsonya tak perlu udara (an-aerob). Pipa dibolongin pakai bor atau solder. Lalu salah satu ujungnya ditutup dop. Pipa dibungkus kawat nyamuk (plastik) dan di lem.

Kedua: Tong plastik ukuran sedang (sesuai keinginan). Harganya  sekitar Rp 30 ribu. badan tong dan pantat (dasar) dilobangi pakai bor ukuran 10. Lebih banyak semakin bagus.
Ketiga: Setelah dirakit, tong ditimbun ditanah. Sebelumnya masukan dulu kerikil secukupnya, diikuti pasir, dan ijuk.
Keempat: Timbun sampai penuh, hanya bagian tutupnya yang nampak. Ratakan dan tanami rumput di sekitarnya. Komposter siap digunakan.

Sebelum lupa, bila berniat menggunakan komposter jenis ini, Anda harus siap lahir batin.Pertama, ada ratusan belatung di dalamnya selama proses pembusukan.

Kedua, bau? Tentu saja, karena prosesnya khan mirip dengan septic tank rumah kita. Coba kalau septic tank dibuka bagaimana baunya? jangan khawatir baunya masih “normal” kok, tidak sebusuk septic tank. Ya agak-agak mirip comberan gitulah.

  1. c. Lubang di tanah

Ukuran 60Cm x 60Cm x 100Cm . Galian tidak disemen, kecuali sekitar 1 bata atau 10 cm di bagian permukaan, yaitu untuk menjaga supaya tidak runtuh. Lubang tanah ini kemudian ditutup dengan beton tipis.

sampah tidak perlu dipotong-potong kecil-kecil, jadi apa adanya saja. Kemudian dikocorkan MOL pekat, lalu di atasnya diberi lapisan tanah setebal kurang lebih 5 cm. Maksudnya agar bila ada proses berbau, tidak menyebar keluar. Setelah itu tutup beton tipis ditutupkan Dalam tempo 1 (satu) bulan kompos bisa dipanen
Ini  tidak disarankan dibuat pada lokasi yang air tanahnya dangkal misal permukaan air tanahnya – 1 m sampai -5 m, kalau lebih dari -5 m tidak apa-apa. Hal ini karena dikhawatirkan air tanahnya akan tercemari oleh lindi yang mungkin terjadi, apalagi bila prosedurnya tidak benar.

Kekurangan  lainnya,  kalau musim hujan air akan mengenang pada lubang, sehingga proses pengomposan akan terhambat.

Bila tempatnya memadai sebaiknya di buat 1 seri komposter yang terdiri dari 3 lubang, ukuran masing-masing lubang sama, dengan jarak antara tiap lubang sekitar 50 cm kemudian dibuat 1 seri komposter yang terdiri dari 3 lubang, ukuran masing-masing lubang sama, dengan jarak antara tiap lubang sekitar 50 cm. Lubang A untuk sampah baru, baik daun segar, sayur busuk, kotoran hewan, bahkan bangkai tikus. Lubang B untuk kompos setengah matang (berasal dari lubang A bagian lapisan bawah yang telah mulai terurai). Lubang C untuk kompos hampir jadi (berasal dari lubang B bagian lubang bawah yang sudah banyak mengalami penguraian).

  • Dari bahan yang terdapat di atas dapat disimpulkan bahwa bahan yang baik untuk digunakan untuk membuat tong sampah komposter yaitu plastik. Selain karena bahannya yang mudah di dapatkan juga harga bahannya murah serta jika digunakan dapat bertahan lebih lama.

2.4 Keuntungan Tong Samapah Komposter

  1. Keuntungan ekonomis:

Dalam pembuatannya lebih mudah dibuat karena hanya memodifikasi bahan jadi yang harganya lebih murah di pasaran dan dapatdigunakan berkali-kali. Karena terbuat dari plastik yang tahan lama.

  1. Keuntungan komersial:

Pupuk yang dihasilkan oleh tong sampah komposter dapat dijual kepada petani maupun masyarakat umum.

BACAAN

http://menujuzerowaste.wordpress.com/2011/08/23/37/

http://puskim.pu.go.id/en/produk-litbang/teknologi-terapan/teknologi-komposter-rumah-tangga

http://kencanabandung.indonetwork.co.id/243490/mesin-pembuatan-kompos-rotary-klin-manual-rkm-1000-l.htm

http://id.merbabu.com/artikel/sampah.html

Leave a Reply