Archive for the ‘Artikel’ Category

Para wali murid keberatan atas kebijakan SMP Negeri I Kuantan Hilir, Kab Kuansing, Riau, yang meminta siswanya pindah karena terlambat datang ke sekolah. Padahal siswa terlambat saat turun hujan sehingga jalan di desanya berlumpur.

“Kita akan melaporkan kasus ini ke Diknas Kab Kuansing. Rencananya besok kami akan mengadukan ini langsung ke pihak Pemkab,” kata Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Sikijang (IPMS) Rido Rikardo dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (13/11/2017).

Riko menjelaskan tadi malam pihaknya bersama orang tua murid dan siswa SMP I Kuantan Hilir berkumpul untuk membahas pelaporan ke Diknas.

“Kita tadi malam bersama masyarakat, menanyakan langsung kepada para siswa yang disuruh pindah itu. Mereka mengaku memang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak sekolahnya,” kata Rido.

Menurut Rido, kini dari 13 siswa asal Desa Sikijang yang ada di SMPG Kuantan Hilir, tercatat 5 siswa sudah mengajukan pindah. Ini karena adanya tekanan psikis dari pihak sekolah.

“Pihak sekolah tak terima, siswa dari desa kami sering terlambat saat hujan. Pihak SMP Kuantan Hilir meminta adik-adik dari desa untuk pindah ke sekolah lain,” katanya.

Sebagaimana diketahui, para siswa ini terlambat datang ke sekolah karena jalan desa yang berlumpur setelah turun hujan. Ada sekitar 6 km jalan tanah liat bila turun hujan akan menyulitkan siswa melintas dengan motornya.

“Padahal mereka itu walau jalan berlumpur tetap pergi ke sekolah. Walau terlambat, mereka tetap berangkat ke sekolah. Tapi hal itu tidak diterima pihak sekolah, dan malah disuruh pindah ke sekolah lain,” kata Rido.

Program konversi minyak tanah ke LPG tabung telah berjalan sukses. Kini pemerintah tengah mendorong konversi ke jaringan gas (jargas).

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) juga mendapatkan tugas untuk membantu pemerintah menyalurkan gas bumi. Produk tersebut pun semakin diminati masyarakat.

“Gas bumi ini lebih murah, lebih aman dan ramah lingkungan. Ini juga produk asli dalam negeri,” ujar Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo dalam acara Media Gathering, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/11/2017).

Menurut data PGN hingga September 2017, rata-rata harga gas bumi PGN sebesar US$ 8,56 per MMBtu. Sementara harga gas tabung 12 kg jika disetarakan seharga US$ 20,11 per MMBtu atau lebih murah lebih dari 50%. Meskipun untuk gas tabung 3 kg bersubsidi masih lebih murah yakni US$ 7,07 MMBtu.

“Rata-rata jargas jika dihitung Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu per meter kubik atau US$ 9 per MMBtu. Kalau LPG harganya Rp 12.500 per meter kubik. Saya tanya ke pelanggan, nyaman enggak? Mereka nyaman,” tambahnya.

Untuk jumlah pelanggan rumah tangga hingga 30 September 2017 tercatat sebanyak 177.170 pelanggan. Angka itu setara 0,4% dari total penjualan PGN.

“Itu belum dengan 200 ribuan pelanggan rumah tangga dari pemerintah. Kita sudah survei mereka mau enggak pakai LPG lagi? Katanya enggak mau, mereka lebih senang pakai gas bumi,” tambahnya.

Sementara penjualan untuk pelanggan industri dan pembangkit listrik mendominasi 97,1%, meskipun jumlahnya hanya 1.739 pelanggan. Sementara untuk pelanggan komersial dan UMKM sebanyak 2,5% dengan pelanggan sebanyak 1.984 pelanggan.

PGN juga mencatat pelanggan distribusi perseroan meningkat lebih dari 20% setiap tahunnya.

sumber : https://finance.detik.com/energi/d-3722732/rumah-tangga-pakai-gas-bumi-lebih-hemat-nggak-biayanya?_ga=2.207605713.350018511.1510369273-1774681763.1508735758

Dua gajah liar disorientasi di perkampungan di Dumai, Riau. Demi keselamatan gajah tersebut akhirnya kedua gajah dievakuasi. Gajah liar ini keluar dari habitatnya di Suaka Margastawa (SM) Balairaja, di Kabupaten Bengkalis.

Dua ekor gajah ini memasuki Desa Bangsal Aceh, kawasan Bukit Timah Dumai. Akhir pekan lalu, keduanya tampak mengitari perkampungan penduduk.

Masyarakat sekitar tidak mengusir kedua gajah ini. Warga sekitar justru menyambut hangat kehadiran gajah ini. Mereka tidak mengusik satwa bertubuh bongsor itu.

Kehadiran satwa dilindungi ini, seakan menjadi bagian keluarga baru bagi masyarakat. Walau gajah ini ada di seputaran rumah warga, juga tidak mengganggu.

Warga silih berganti memberikan makanan untuk kedua gajah. Pakan yang diberikan, warga mencari batang pohon pisang yang ditebar di sekitar rumah mereka. Mereka senang dengan kehadiran gajah.

Sambil gajah makan, masyarakat pun dengan santainya menonton gajah tersebut. Usai makan, biasanya gajah kembali berjalan di sekitaran rumah penduduk.

“Kita sangat mengantensi warga sekitar yang tidak mengganggu kehadiran gajah di desa mereka. Warga memberinya makan, dan mereka jadikan hiburan tersendiri. Karena jarang-jarang ada gajah masuk permukiman mereka,” kata Koordinator LSM Rimba Satwa Foundation (RSF), Zulhusni, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (11/11/2017).

Kendati gajah ini dapat diterima warga setempat, namun demi kenyamanan akhirnya para aktivis lingkungan bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sepakat untuk mengevakuasi kembali gajah liar tersebut.

Akhirnya, tim dari Pusat Pelatihan Gajah di Sebanga, Duri, Bengkalis, mendatangkan satu ekor gajah jinak ke lokasi. Gajah jinak ini bertugas untuk menggiring dua gajah liar yang masuk ke permukinan.

“Dengan penembakan bius, induk gajah dapat dievakuasi untuk masuk dalam truk. Kedua gajah tersebut kita evakuasi malam hari untuk dikembalikan ke SM Balairaja,” kata Zulhusni.

Namun dalam proses evakuasi ini membutuhkan waktu satu hari satu malam. Ini karena lokasi kedua ekor gajah liar itu berada di kawasan bergambut dengan kedalaman satu meter.

“Jadi gajah jinak pun ikut stres karena medan yang sulit untuk menggiring kedua ekor gajah liar itu. Kami juga ikut lelang dan stres,” kata Husni.

Menurut Husni, dua ekor gajah ini merupakan kelompok dari gajah yang ada di SM Balairaja yang diperkirakan jumlahnya tak lebih 25 ekor. Tapi belakangan, kelompok gajah ini terpisah dua kelompok.

Sebagian sudah banyak meninggalkan SM Balairaja, dan hijrah ke kawasan hutan Giam Siak Kecil. Sedangkan dua ekor gajah yang nyasar ke Dumai itu, masih bertahan di SM Balairaja.

“Jika ditarik garis lurus dari SM Balairaja ke desa yang di Dumai tadi jaraknya sekitar 40 km. Tapi itukan kalau ditarik garis lurus,” kata Husni.

Kendati masyarakat merasa tidak terganggu atas kehadiran gajah itu, namun ke depannya bisa saja menjadi masalah baru. Gajah bisa saja merusak tanaman masyarakat untuk memenuhi makannya.

“Sebelum itu terjadi, makanya tim mengevakuasinya. Kami berterima kasih kepada warga yang tidak mengusik gajah tersebut,” kata Husni.

sumber : https://news.detik.com/berita/d-3722729/nyasar-ke-permukiman-di-dumai-gajah-ini-diberi-makan-penduduk?_ga=2.141937520.350018511.1510369273-1774681763.1508735758