Archive for the ‘Artikel’ Category

Dalam rangka mengukur produktivitas perguruan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan penelitian produktivitas perguruan tinggi dengan melibatkan  441 perguruan tinggi negeri maupun swasta terpilih di seluruh Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mencari model pengukuran produktivitas perguruan tinggi yang paling sesuai dengan konteks perguruan tinggi di Indonesia. Data produktivitas perguruan tinggi yang diperlukan adalah data terhitung mulai tahun 2006 sampai dengan 2015. Pengisian instrumen dilakukan pada 11 April sampai dengan 11 Mei 2016. Surat pengantar untuk kegiatan di atas dapat diunduh pada tautan di bawah ini atau di laman http://produktivitas.ristekdikti.go.id

Unduh:

Surat Penelitian Produktivitas PT-rev

Undangan Sosialisasi-Pimpinan PT-rev

Undangan Sosialisasi-Kopertis

Sumber: http://ristekdikti.go.id/pengisian-instrumen-penelitian-produktivitas-perguruan-tinggi/

Gorontalo-Peningkatan daya saing bangsa menjadi isu strategis yang dipaparkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir pada acara silaturahim dengan civitas akademika Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kamis (31/3). Khususnya di kawasan timur Indonesia,  Menristekdikti mendorong perguruan tinggi meningkatkan kualitasnya. Pasalnya, Nasir menyebutkan kurang dari lima perguruan tinggi negeri di luar Jawa yang terakreditasi A. Diantaranya, Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Hassanudin, dan Universitas Andalas.

“Perguruan tinggi Indonesia harus lebih unggul baik di level internasional maupun regional,” papar Menteri Nasir. Meski indeks daya saing bangsa di Indonesia kini masih di bawah Malaysia, Singapura dan Thailand, pihaknya terus berupaya mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

Menurut Nasir, kendala yang tengah dihadapi perguruan tinggi Indonesia terkait sumber daya manusia. Pertama, masih banyak dosen yang tidak memenuhi kualifikasi pendidikan. “Kebanyakan dosen masih S1, harusnya minimal S2,” ungkapnya. Adapun jumlah dosen dengan kualifikasi S1 sebanyak 53.031 dosen, sedangkan yang berkualifikasi S2 sebanyak 134.522 dosen. Kedua, kebanyakan dosen belum memiliki jabatan akademik seperti Lektor, Lektor Kepala dan Guru Besar. “Kebanyakan hanya pengajar saja,” tambah Nasir.

Read the rest of this entry »

Kami mengundang untuk bergabung bersama kami, kami membuka kesempatan untuk menemukan pengalaman baru dan menyediakan ruang untuk berbagi pengalaman dari kompetensi yang dimiliki selama 3 bulan bersama kami di Biro Kerjasama dan Komunikasi Publikasi Setjen Kemristekdikti. Untuk info lebih lanjut silahkan lihat foto terlampir